Profil Dan Foto Stephan Mamesa

Selamat datang dan terima kasih sudah mengunjungi tempatngopi.com.

Perkenalkan nama saya Stephan Mamesa, saya adalah anak sulung dari 5 bersaudara. Pekerjaan saya saat ini sebagai seorang karyawan yang bekerja di salah satu hotel yang terletak di salah satu negara Asia.

my little brother
My little Brother

Buat yang mau berteman dan mengobrol dengan saya bisa add facebook saya atau jika mau berdiskusi tentang SEO bisa juga di grupnya Agan Rudi Nazar “Ngopi bareng RudiNazar.com“.

Disana banyak pakar SEO serta teman-teman lainnya yang sudah bergabung untuk belajar SEO bersama Agan Rudi Nazar.

Blog ini saya buat berawal dari request Agan Rudi Nazar agar saya share mengenai PBN, walaupun ide awalnya saya akan share di grup facebook beliau, namun mengingat penjelasan yang harus diberikan begitu panjang dan detail maka saya putuskan menerbitkan artikelnya di blog saya ini.

Saya sendiri belum bisa dikatakan pakar SEO seperti halnya Agan Rudi Nazar yang sudah terbukti serta telah banyak makan asam garam, asin ga Gan makan garam? Ngopi dulu lah kalau keasinan.. 😀

Maka dari itu saya memberi judul blog saya dengan “Belajar & Diskusi Bersama Sambil Ngopi” karena pada dasarnya saya juga ingin belajar dari Teman-teman semua yang mau bersedia mengunjungi blog saya ini dengan berdiskusi melalui komentar yang disediakan atau via grup facebook.

Artikel pertama yang saya posting pada blog ini adalah mengenai panduan membuat private blog network. Asal-usul saya menerbitkan panduan membuat PBN ini pada postingan pertama saya sendiri sudah saya jelaskan sebelumnya.

Memang saat ini saya sedang menekuni dunia Search Engine Optimization (SEO) dengan teknik offpage SEO menggunakan PBN. Saya memutuskan menggunakan blog network sebetulnya berawal dari coba-coba (experiment).

Awal mula saya mulai mempelajari SEO, saya menggunakan berbagai cara agar situs yang saya optimasi bisa mendapatkan rangking yang bagus (pastinya saya berharap page 1 lah.. 😀 ), namun kenyataan tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkan.

Saya banyak belajar ilmu SEO dari para pakar SEO ternama baik Nasional maupun Internasional seperti Rudi Nazar, Syamsul Alam, Matthew Woodward, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu disini.

Namun ketiga nama yang saya sebutkan adalah favorit saya, pasalnya materi yang mereka berikan sangat mudah dipahami bagi pemula seperti saya waktu itu.

Kegagalan saya setahun pertama dalam dunia SEO bukan karena apa yang diajarkan mereka itu salah, tetapi saya sendirilah yang membuat kesalahan seperti menggunakan software SEO untuk membombardir situs dengan backlink sampah (jujur saya bukan orang yang terlalu bisa sabar, makanya saya mencari cara instan hehehe.. 😉 ), serta tidak mengoptimasi onpage situs saya.

Oh ya saya tidak mengatakan menggunakan software SEO itu salah atau tidak berguna ya, namun cara pemakaian saya waktu itulah yang salah.

Ibarat sebuah pistol, jika pistol berada di tangan orang jahat, maka pistol menjadi senjata yang berbahaya karena pasti akan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Tetapi jika pistol berada di tangan penegak hukum yang benar, maka pistol akan menjadi senjata yang ampuh serta berguna.

Kembali ke topik awal, saat dalam keadaan mentok dan hampir putus asa itu saya mencoba belajar lagi tentang SEO dari awal, saya mulai memperbaiki halaman demi halaman situs saya (onpage SEO).

Hampir lupa.. Situs yang saya optimasi bukanlah situs pribadi namun situs milik kantor saya, ceritanya saya bisa sampai masuk ke bagian internet marketing akan saya ceritakan pada topik perjalanan karir saya nanti.

stephan mamesa
Stephan Mamesa

Setelah onpage SEO saya cukup baik maka saya mulai mencari-cari teknik offpage SEO yang ampuh dalam meningkatkan SERP situs perusahaan saya dengan penerapan yang mudah serta terjangkau biayanya. Singkat cerita, ketemulah saya dengan situs texfly.com milik dari Steve Rendell.

Saya menyukai Steve Rendell karena dia orang yang ramah, sabar, mau menjawab semua pertanyaan saya secara detail serta situsnya memberikan materi yang sangat-sangat mudah dimengerti dibandingkan dengan situs tutorial membuat PBN lainnya menurut saya.

Saya bisa mengatakan dia ramah karena saya pernah berkomunikasi dengan dia melalui email dengan intensitas cukup sering di awal saya mulai belajar tentang Private Blog Network.

Bisa dikatakan hampir sebagian besar postingan saya tentang membuat blog network diambil dari situs dia. Jadi kalau Anda sedikit bingung dengan penjelasan saya tentang cara membuat private blog network, Anda bisa juga belajar dari Steve Rendell, maklum saya baru belajar membuat tutorial hehehe..

Namun pada postingan saya tersebut juga tentunya ada yang ditambahkan sedikit dari ilmu yang saya dapatkan dari pakar SEO lainnya mengenai jaringan blog.

Perjalanan saya dalam dunia SEO saat ini bisa dikatakan mulai membaik, dengan menggunakan private blog network situs perusahaan saya yang sebelumnya (selama setahun saya optimasi) selalu berada di posisi halaman 10 keatas, stagnan dan tidak pernah masuk di halaman 5 besar pada kata kunci yang saya inginkan, saat ini saya bersyukur sudah bisa masuk halaman 3 besar.

Bersyukurlah

Walaupun belum sampai di halaman 1 seperti yang diinginkan semua orang, bagi saya ini merupakan kemajuan. Bukan saya bermaksud menilai diri sendiri, dalam hal SEO menurut saya yang menilai adalah search engine. Jika situs mendapatkan rangking bagus maka itulah penilaian search engine dari hasil usaha kita mengoptimasi.

Perjalanan Karir Saya

Cita-cita saya dahulu sebenarnya ingin menjadi tentara atau polisi, begitu lulus SMA saya mengikuti tes di TNI dan POLRI beberapa kali dan saya tidak lolos, ternyata bukan jalan hidup saya disana.

Stephan Di Kuningan, Jawa Barat
Stephan Di Kuningan, Jawa Barat

Setelah menganggur 2 tahun karena mengikuti tes beberapa kali untuk masuk polisi dan tentara, saya mendapatkan kerja pertama kali di sebuah proyek pembangunan boiler (pembangkit listrik tenaga batu bara) sebagai helper kalau bahasa kasarnya itu sebagai kuli.

Saya menikmati pekerjaan pertama saya walau harus bekerja kasar yang saya pribadi tidak pernah membayangkannya, namun mulai saat itulah saya mulai mengerti susahnya cari nafkah. Bekerja sebagai helper hanya berlangsung selama 6 bulan karena proyek telah selesai, sebetulnya ketika saya bekerja sebagai helper saya mendapatkan teman-teman yang baik, mereka mengajak saya untuk ikuti proyek lagi, ada yang mengajak ke Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan lainnya.

Saya lupa dengan alasan apa dahulu tetapi saya lebih memilih mencari pekerjaan lain dengan melihat lowongan kerja di koran-koran waktu itu, khususnya koran Kompas pada hari Sabtu dan Minggu dimana banyak sekali kolom lowongan kerja yang dimuat dibandingkan hari biasanya. (Yang punya pengalaman seperti saya juga pasti dulu suka beli koran hari Sabtu dan Minggu kan? 😀 ).

Mulai dari bagian administrasi, satpam hingga lowongan office boy pun saya lamar, pikiran saya waktu itu adalah yang penting saya bekerja dan mendapatkan uang secara halal dan tidak membebani lagi orang tua (karena pengalaman 6 bulan sebagai helper itulah yang menyadarkan saya). Begitu banyak lamaran yang saya kirim tidak banyak panggilan yang saya dapat.

Stephan and friend
Stephan and friend. Hehehe..

Beberapa panggilan kerja yang saya datangi tidak sesuai dengan harapan saya, ada pula yang berbentuk MLM. Bukan saya mengharapkan pekerjaan atau penghasilan yang begitu tinggi saat itu namun pekerjaan yang ditawarkan tidak sesuai dengan apa yang di deskripsikan pada iklan lowongan yang saya lamar. Saya berpikir banyak juga ya penipuan dalam lowongan kerja..

Selama menganggur saya berusaha mencari uang jajan sendiri, karena malu sering-sering minta jajan sama orang tua.

Kadang kala saya membantu supir-supir angkot mencuci mobil angkotnya pada malam hari (kebetulan di seberang depan rumah saya waktu itu adalah tempat pencucian mobil angkot). Ketika mereka lelah seharian “narik” mereka sering kali menggunakan jasa saya untuk mencuci angkot mereka.

Lumayan, 1 mobil saya diberikan upah Rp.15.000. Dan Rp.15.000 itu dibagi dua dengan teman saya bernama Wawan yang ikut membantu jadi masing-masing Rp.7.500. Tapi dalam semalam saya dan Wawan tidak bisa mencuci banyak, maksimal 2-3 mobil karena terlalu capek.

Singkat cerita saya menanyakan lowongan kerja juga kepada teman-teman gereja saya (ya saya beragama Kristen). Sambil mencari-cari lowongan kerja kadang pada siang hari saya dan Wawan sering bermain ke teman sekolah saya waktu SD bernama Ali.

Ali adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di komplek RSUD Bayu Asih Purwakarta, dia disana bekerja serabutan mulai dari menyapu halaman / taman, membersihkan mushola, dan lainnya. Saya akui Ali adalah orang yang mandiri dan rajin, kedua teman saya ini (Ali dan Wawan) sudah cukup dekat dengan saya dan keluarga.

Mereka juga sering bermain ke rumah saya dan sudah dianggap seperti anak sendiri oleh orang tua saya. Saya pun hampir setiap hari bermain ke tempat Ali bersama Wawan dan tidak jarang saya membantu pekerjaan dia seperti nyapu dan mengepel mushola, menyikat karpet pada mushola tersebut.

Stephan Jalan-Jalan Ke Belitung
Stephan Jalan-Jalan Ke Belitung

Kadang-kadang dari pengurus rumah sakit suka memberi uang jajan kepada saya dan Wawan karena sudah membantu pekerjaan yang ada. Buat saya sekalipun saya beragama Kristen saya tetap menghormati agama orang lain seperti teman-teman saya Ali dan Wawan yang beragama Islam. Oleh sebab itu saya tidak keberatan membantu teman saya membersihkan tempat ibadah mereka.

Oleh karena itu saya suka geli sendiri dan melihat betapa “kekanak-kanakannya” orang yang mencaci maki / menghina agama orang lain. Saya berpikir agama bukan untuk diperdebatkan tetapi untuk dijalankan masing-masing pribadi saja. Terbukti saya dan teman-teman saya yang Muslim bisa saling menghormati dan masih berteman baik hingga saat ini!

Akhirnya setelah menunggu dan mencari lowongan kerja ada seorang teman perempuan di gereja yang memberikan saya informasi pekerjaan sebagai pramuniaga di salah satu toko buku rohani Kristen yang terletak di salah satu mall kota Bandung. Saya diterima bekerja disana dan saya bekerja dengan sepenuh hati.

Sekitar setahun saya bekerja di toko tersebut tanpa disangka saya bertemu dengan seorang teman gereja laki-laki yang berasal dari Subang, oh iya saya sendiri berasal dari Purwakarta, Jawa Barat.

Dia mengunjungi toko tempat saya bekerja tersebut untuk melihat pernak pernik yang dijual, toko tersebut memang selain menjual buku juga menjual pernak pernik lainnya. Ketika saya bertemu dengan teman saya tersebut dia kaget melihat saya dan bertanya “ngapain lu disini?”, spontan saya jawab “ya kerja lah, emang ngapain lagi?”.

Saat itu juga dia menawarkan saya pekerjaan sebagai Medical Representatif di perusahaan tempat dia bekerja saat itu, dia berkata sama saya “udah lu ikut gw aja, di tempat gw penghasilannya lebih baik”. Medical Representatif (MR / Med Rep) adalah seseorang yang mempresentasikan produk-produk farmasi kepada dokter atau rumah sakit, bahasa sederhananya sales obat hehehe…

Saya pun pada akhirnya meng”iya”kan tawaran teman saya itu dan pertama bekerja saya ditempatkan di Jakarta. Sejujurnya saya sangat tidak ingin mendapatkan penempatan di Jakarta saat itu, karena saya tidak suka dengan kondisi Jakarta yang macet dan semrawut.

Setelah 4 bulan bekerja saya mengajukan pengunduran diri dan wakil koordinator (supervisor) plus manager saya bertanya apa alasan saya mengundurkan diri? Saya pun menjelaskan bahwa saya tidak ingin bekerja di Jakarta, malah saya menginginkan kerja di Papua waktu itu.

Perusahaan obat tempat saya bekerja memang memberikan perjanjian di awal kepada semua karyawan baru khususnya bagian marketing untuk siap ditempatkan dimanapun dan banyak orang tidak ingin di kirim ke Papua, kalau saya malah nafsu banget pengen kesana waktu itu hahaha…

Stephan Di Bantimurung Maros, Sulawesi Selatan
Stephan Di Bantimurung Maros, Sulawesi Selatan

Akhirnya surat pengunduran diri saya ditolak dan saya ditawarkan mutasi ke kota Cirebon.

Ketika dimutasi ke Cirebon saya sangat menikmati kota tersebut, saya betah disana dan omzet dari penjualan saya pun meningkat drastis dalam setahun. Ketika saya genap 2 tahun bekerja pada perusahaan obat tersebut, saya pun dipromosikan menjadi wakil koordinator. Disitulah saya mulai belajar mengatur anak buah dan merasakan beban yang dipikul sebagai pemimpin.

6 bulan menjabat sebagai wakil koordinator di Cirebon, saya pun ditawarkan mutasi ke Bandung. Walaupun saya sangat betah di Cirebon namun lama-lama saya juga rindu kampung halaman saya Purwakarta, ketika mendapat tawaran pindah ke Bandung tentu saya sangat senang sekali.

Pramuniaga, Sales, SEO

Namun H-2 saya akan dimutasi tiba-tiba manager saya menelpon dan menawarkan saya 2 kota untuk saya dimutasi yaitu Jakarta dan Makassar.

Saya pun kaget dan bertanya “bukannya dulu bilang ke Bandung? Kok sekarang saat mepet jadi lain begini?”. Disitulah awal mula saya kecewa dengan manager saya, karena saya mau tetap taat dengan peraturan yang berlaku di perusahaan maka saya memilih Makassar.

Sekalipun Jakarta lebih dekat dengan kampung halaman saya (hanya berjarak 2 jam) tetapi sudah dijelaskan tadi bahwa saya tidak suka dengan kondisi Jakarta.

Saya cuma berpikir “Ok, saya coba Makassar, kalau saya tidak betah cara satu-satunya untuk tidak melanggar perjanjian dengan perusahaan adalah resign”. Sebenarnya Makassar cukup menyenangkan bagi saya, disana saya mendapatkan teman-teman baru dan ada salah satu teman dekat yang saya dapatkan disana bernama Joni.

Stephan Di Makassar
Stephan Di Makassar

Namun saya hanya betah 6 bulan bekerja di Makassar. Bukan karena kondisi pekerjaan dan kota Makassar tetapi rasa kecewa saya yang sudah saya dapatkan di awal dan saya tahan terus yang membuat saya memutuskan resign dari perusahaan tersebut.

Sebelum resign saya memang sudah melamar ke beberapa perusahaan farmasi lainnya dan saya diterima di 2 perusahaan farmasi besar, saya pun memilih salah satunya.

Ketika saya mengajukan pengunduran diri itu manager saya (beda manager dengan yang dulu di Jakarta) bertanya alasan saya resign, saya tidak mau menyinggung beliau dengan kekecewaan saya sehingga saya katakan “saya mau pulang kampung saja dan saya sudah diterima di perusahaan lain”.

Beliau sempat menahan saya dan berniat menolak pengunduran diri saya, beliau juga menjanjikan mutasi ke kampung halaman saya.

Tetapi tawaran beliau terpaksa saya tolak, pertama karena saya sudah kecewa, kedua saya pun sudah komitmen pada salah satu perusahaan baru yang saya lamar.

Saya pun bekerja di perusahaan baru tersebut di kota Jakarta hahaha..

Stephan Di Kantor Jakarta
Stephan Di “Old” Kantor Jakarta

Kota dimana saya dari dulu “menolak” untuk ditempatkan disana.

Di perusahaan tersebut saya hanya bertahan 6 bulan juga dan saya pindah bekerja di perusahaan farmasi lainnya hingga pada akhirnya saya bekerja di perusahaan distributor cat dan meubel.

Kalau saya pikir-pikir lucu juga, dari pramuniaga toko buku, jadi sales obat, sekarang jadi sales meubel hehehe..

Pada perusahaan distributor itu saya pun menjabat sebagai supervisor dan bekerja di Jakarta juga, setelah beberapa bulan saya mendapat kesempatan mutasi ke kampung halaman saya di Purwakarta.

Akhirnya merasakan juga bekerja di kampung halaman lagi. Mungkin bisa dikatakan dulu saya menjadi “kutu loncat” karena mencari perusahaan yang pas buat saya, hal ini merupakan pelajaran berharga dalam hidup saya.

Enjoy aja

Wah rasanya sudah panjang banget saya cerita, bisa-bisa isi blog ini berubah jadi tempat sejarah perjalanan hidup saya hehehe…

Pada akhirnya saya ditawarkan oleh teman saya yang bernama Joni (yang saya kenal ketika di Makassar) untuk bekerja di luar negeri di salah satu hotel sebagai staff administrasi. Saya bekerja di hotel ini sudah hampir genap 2 tahun (kurang 7 hari) ketika saya membuat halaman “Profil Saya” ini.

Awalnya saya hanya staff administrasi, namun ketika atasan saya tahu saya memiliki sebuah blog di blogspot maka saya ditawarkan untuk pindah ke bagian internet marketing.

Sejujurnya saya tidak begitu mendalami soal blog, dan blogspot saya waktu itu pun hanya bahan experiment saya untuk mempelajarinya, seringkali saya utak-atik blog saya sampai error karena rasa penasaran saya hingga saya akhirnya saya mendapatkan “penghargaan” dari Blogger dengan ucapan “Blog has been removed” 😀

Sekalipun saya tidak punya basic apapun soal blog apalagi SEO, tapi saya ingin mencobanya. Saya cuma berpikir “urusan berhasil atau gagal seh belakangan, yang penting udah coba”. Saya bersyukur memiliki atasan yang sabar, beliau memang tidak mengajarkan saya apapun soal internet marketing, saya disuruh belajar sendiri dari internet.

Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk membuat blog sederhana ini sebagai tempat saya berbagi ilmu yang sudah saya dapatkan serta tempat saya mencari ilmu dari teman-teman yang mau berbagi bersama. Dan ini lah saya sampai saat ini masih terus belajar dan belajar sehingga saya mengharapkan bisa bertukar ilmu dengan teman-teman yang mengunjungi blog saya ini.

Mari siapkan secangkir kopi panas dan mulai belajar bersama. 🙂

Belajar SEO